Prime Rose (III)

Diposting oleh Arif Mungafan pada 10:57, 02-Mar-16

Terbangun dari mimpi buruk



sayup sayup terdengar suara kesedihan orang-orang terdekatku, aku ingin membuka mata tetapi sangat berat, dan perlahn ku gerakkan jemariku, dan terdengar suara ibu penuh harap.

*rose, rose, bangun nak..*
kurasakan belaian hangat ibu pada keningku,
dan akhirnya aku dapat membuka mataku, kulihat sekeliling kamarku, meski sedikit pusing aku mampu melihat sesosok pria yang entah. Berada ditengah-tengah ketiga sahabatku. Mereka terlihat bersedih dengan pandangan nanar menatapku penuh harap.

Setelah aku mampu terduduk mereka bertiga datang memelukku bersamaan hingga aku merasa sulit untuk bernafas.

*kalian ini kenapa sih, aku nggak papa kok,
ini lagi, cewek tomboy bisa bisanya jadi jelek gini* ku toel jidat may yang masih terlihat airmatanya dengan sekuat tenagaku yang belum terkumpul seutuhnya.

*kamu yaa, nggak tau kami khawatir apa?* cerutu adera membela sahabatnya itu.

*iya iya, makasih kalian udah care sama aku, dan udah nemenin aku* kami bercanda hangat ditengah dinginnya suasana malam ini, aku melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 21:15 wib,
aku melihat pria itu yang tampak mulai tersenyum melihat kami bercanda,

*rose, ini makan dulu, dari tadi kamu belum makan.* ibu menyodorkan sup hangat kesukaanku pada vina, dan kemudian vina mencoba menyuapiku.

*makasih bu.. Ibu istirahat dulu aja bu, ini kan udah malam.*.
*iya, ibu akan istirahat setelah kamu selesai makan* jawab ibu yang kemudian melangkah keluar dari kamarku..

"aku senang melihat ibu yang tampak bahagia melihat kami berlima, mungkin beliau rindu akan kebersamaan yang slama ini takpernah beliau rasakan"

*rose, kamu udah baikan?* tanya sensar yang memecah canda kami,
aku hanya mengangguk kecil
Kulihat matanya tampak pucat dan tubuhnya yang dibalut kemeja putih terlihat sedikit basah.

*baguslah kalau kau sudah baikan, aku pulang dulu* sensar berlalu begitu sahja, padahal aku ingin bertanya banyak padanya, dan ingin merasakan kehangatan kasihnya,

kami berempat hanya terdiam sambil menatapnya berlalu, kudengar sayup-sayup suara sensar berbicara pada ibuku sebelum akhirnya suara mereka menghilang ditandai dengan suara pintu depan yang menutup.

May pamit duluan, katanya masih ada tugas kuliah yang harus ia selesaikan malam ini.
disusul adeera dan vinna yang juga pamit pulang..

aku mencoba bangkit dari tempat tidurku, walau rasanya masih berat, dan kepalaku masih terasa kelu, aku menengok ibuku yang masih terjaga di meja makan,

*rose, kau mau kemana nak? Ada yang ibu bisa bantu?* *tidak bu, rose hanya ingin memastikan ibu sahja, ibu tidur gih? Ini sudah larut malam.!* kucoba membujuk beliau agar istirahat dan tak perlu mengkhawatirkan aku.


--------------------------------------------------------
Aku kembali kekamarku dengan secangkir teh hangat, kemudian kucari surat dari sensar yang tadi sore belum selesai aku baca,
"ini dia," batinku saat menemukan surat itu telah berpindah dimeja riasku.

Kubuka kembali surat itu, dan kulanjutkan membacanya...



: Bukan karena aku tak ingin lagi melihatmu dan pergi dari kisah kita yang memang belum sempurna. Tapi mungkin takdir kita yang harus berbeda.
aku hanya berharap kau akan bahagia menjalani hidupmu dan menemukan lelaki yang lebih pantas untukmu, karna untuk saat ini aku belum bisa memenuhi semua kisah kita dengan lembar bahagia.

rose, besok sore aku akan berangkat ke jakarta bersama ayahku, ayah ingin aku hidup disana menemaninya
entah berapa lama,
aku tak tau,..
mungkin hanya ini yang bisa aku sampaikan, semoga ini adalah kado terindah untukmu,

dari aku, kaktus berduri.
--------------------------------------------------------

hemmm fyuuhhh"""" aku menarik nafas dalam dan kemudian membuangnya perlahan,
kuletakkan kembali surat itu kedekapan boneka beruang kecil dan menaruhnya dipojok meja riasku.

aku meminun teh hangat yang kubuat tadi dan kembali merebahkan tubuhku..


aku tak ingat kapan terlelap, tapi kini aku terjaga dari tidurku, kulihat jam didinding masih menunjukkan pukul 3:00 wib, kurasakan kepalaku tak lagi berat, dan pandanganku tak lagi samar,.
Aku beranjak dari kamarku menuju kamar mandi dan kuambil wudhu.
aku ingin mendekatkan diri pada Illahi setelah sekian lama aku melupakannya.
malam ini aku ingin membuka lembar baruku dengan harapan kedamaian akan datang menemani langkahku.

kubuka lemari pakaianku dan kuambil mukena yang entah kapan terakhir kali aku memakainya aku lupa.

Kuberdiri diatas sajadahku dan mulah mendirikan shalat tahajud,.
----------------------------------------
seusai salam, entah kenapa aku malas beranjak dari simpuhku, aku tertidur dan entah..




Hari baru


aku terbangun dari lelapku, deru suara para muadzim menggetarkan hati dan
entah, hari ini seperti aku hidup kembali setelah lama mati,

aku melangkah keluar dan membasuh wajahku kemudian aku berwudhu untuk menunaikan shalat subuh.


__________________________________________

pagi ini perasaanku berbeda, aku terduduk lama didepan cermin dan ingin rasanya aku mengenakan jilbab kembali, seperti dahulu.

kubuka lemariku, kuambil beberapa helai kain jilbab yang lama tak ku pakai,

"ini dia, emhmm" kupilih jilbab warna hitam dengan brose bunga mawar yang kurasa cocok dengan baju kerjaku hari ini.

*Rose, kamu cantik sekali hari ini,* suara ibu yang kemudian datang memelukku dari belakang, ia mengecup kepalaku, dan aku tersenyum tersipu memandang ibu dari cermin mejaku.
Aku berdiri dan membalas pelukan hangatnya.

*trimakasih bu, Prime pengen pakai jilbab lagi, seperti dulu, Rose pengen merasakan kedamaian yang lama Rose tak rasakan.*
bisikku yang dibalasnya dengan mengeratkan pelukan hangat..

__________________________________________





Prime Rose I



Prime Rose II


Cerpen by : Arif Mungafan

Prime Rose (II)

Diposting oleh Arif Mungafan pada 07:50, 01-Mar-16

ThumbnailKisah Yang Datang Dan Pergi *pagi rose* suara ibu menyambutku yang masih mengucek mata dan berjalan malas, sebenarnya aku masih ngantuk karna semalam tidurku tak nyenyak gara-gara mikirin cowo yang entah. *iya ibu, ibu udah bangun dari tadi?* *rose-rose, iya kan ibu udah masak buat kamu sarapan, kamu hari ini kerja kan?* * tambah ibu yang sedang menyiapkan sarapan untukku. *iya ibuku sayang, rose kerja, tapi... [Baca selengkapnya]

Prime Rose

Diposting oleh Arif Mungafan pada 08:14, 28-Peb-16

ThumbnailSenja itu masih terasa merahnya meski hari tlah berganti ganti, Aku masih mengingatmu meski kini aku bukan yang dulu. *Rose, kamu kenapa nak? Suara ibu penuh tanya padaku. *tidak ada apa-apa bu* jawabku yang sedang mematung di jendela kamarku menatap jauh ke langit sore. Ibuku adalah sosok wanita tangguh yang menghadapi kehidupan ini tanpa suaminya, Ayahku telah pergi sejak ibuku hamil tiga bulan. kata ibu ayahku... [Baca selengkapnya]